Trismades Project - Apakah Lamun itu?

E-mail Cetak PDF
Indeks Artikel
Trismades Project
Lamun
Download Majalah Trimades
Semua Halaman
Apakah lamun itu?

Lamun adalah tumbuhan tingkat tinggi (Angiospermae) yang telah beradaptasi untuk dapat hidup terbenam di air laut. Dalam bahasa Inggris disebut “seagrass” . Istilah  “seagrass” hendaknya jangan dikelirukan dengan “seaweed”  yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai “rumput laut” yang  sebenarnya merupakan tumbuhan tingkat rendah dan dikenal juga sebagai alga laut.

Secara struktural lamun memiliki batang yang terbenam didalam tanah, disebut rhizom atau rimpang.  Rimpang dan akar lamun terbenam di dalam substrat yang membuat tumbhan lamun dapat berdiri cukup kuat menghadapi ombak dan arus.

Lamun memiliki dua bentuk pembungaan, yakni  monoecious (dimana bunga jantan dan betina berada pada satu individu) dan dioecious (dimana jantan dan betina berada pada individu yang berbeda). Peyerbukan terjadi melalui media air (penyerbukan hydrophyllous).

Padang lamun adalah ekosistem perairan dangkal yang didominasi oleh lamun.  Pada ekosistem ini banyak ragam biota yang hidup berasosiasi dengan lamun.

 

cymorotu

Cymodocea rotundata

Local    : Settu
English: Round tippes seagrass
Salah satu spesies dominan di mintakat intertidal; salah satu spesies pionir; diketahui sebagai makanan duyung di Kawasan Timur Indonesia

cymoserr

Cymodocea serrulata
Local     : Settu
English  : Toothed seagrass

enhaacor

Enhalus acoroides
Local    : Settu pita
English : Tropical eelgrass

halounin

 

Halodule uninervis

Local      : Settu kawat

English   : Fiber-strand seagrass

halodeci

Halophila decipiens

Local     : Settu kelor

English  : Veinless spoon-grass

halomino

Halophila minor

Local         : Settu

English      : Small spoon-grass

halooval

Halophila ovalis

Local     : Settu kelor

English   : Spoon-grass

halospin

Halophila spinulosa

Local       : Settu pakis

English : Curled-base spoon-grass

 

thalhemp

Thalassia hemprichii

Local       : Settu

English:   : Dugong grass

syriisoe

Syringodium isoetifolium

Local       : Settu

English    : Syringe grass

thalcili

Thalassodendron ciliatum

Local       : Settu kipas

English    : Woody seagrass

halopini

Halodule pinifolia

Local     : Settu kawat

English  : Fiber-strand seagrass

Mengapa lamun itu penting?

Lamun  mempunyai peran penting ditinjau dari beberapa aspek:

  • Keanekaragaman hayati: Padang lamun memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.  Indonesia diperkirakan memiliki 13 jenis lamun.  Selain itu padang lamun juga merupakan habitat penting untuk berbagai jenis hewan laut, seperti: ikan, moluska, krustacea, ekinodermata, penyu, dugong, dll.
  • Kualitas air: Lamun dapat membantu mempertahankan kualitas air.
  • Perlindungan: Lamun dapat mengurangi dampak gelombang pada pantai sehingga dapat membantu menstabilkan garis pantai.
  • Ekonomi: Padang lamun menyediakan berbagai sumberdaya yang dapat digunakan untuk menyokong kehidupan masyarakat, seperti untuk makanan, perikanan, bahan baku obat, dan pariwisata.
Apa saja ancaman terhadap lamun?

Seperti ekosistem terumbu karang dan mangrove, padang lamun juga mengalami degradasi lingkungan dan presentasi tutupannya juga terus munurun.  Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tekanan terhadap padang lamun:

  • Perubahan fisik dasar laut, seperti erosi, sedimentasi, dan pelumpuran yang mengurangi wilayah dan kepadatan tutupan padang lamun;
  • Kekeruhan yang mempengaruhi kapasitas fotosintesis dan pertumbuhan pada lamun;
  • Metode penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti trawl;
  • Penangkapan ikan berlebih yang dapat menurunkan tingkat keragaman hayati di ekosistem padang lamun.
  • Tanpa intervensi yang efektif dan terintegrasi, kecenderungan degradasi pada ekosistem padang lamun dan biota yang berasosiasi dengannya akan terus merosot.
Apa saja akar permasalahan dalam pengelolaan padang lamun?
  • Kurangnya pemahaman dan kepedulian masyarakat akan pentingnya ekosistem padang lamun;
  • Kondisi kemiskinan masyarakat pesisir;
  • Terbatasnya alternatif penghasilan untuk masyarakat lokal;
  • Belum adanya pengelolaan padang lamun yang terintegrasi;
  • Kelemahan hukum dan upaya penegakannya.


Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 29 Agustus 2009 06:45 )